#1 Aku Mulai Menulis

 Orang-orang bijak dalam hidupku banyak berujar "..menulislah. menulislah agar kau dikenang. tak peduli sehebat apapun dirimu saat kau tidak menulis, maka kehebatanmu hanya tertinggal untuk dirimu sendiri, dan akan terkubur kelak ketika kau mati".

Pertengahan Desember nanti, umurku genap 20 tahun. Hehe. Rasanya aneh sekali. SKehidupan di awal-awal umur  belasan tahunku rasanya sempurna sekali. Anak kampung yang sering jadi juara-juara lomba, menginap di residence suit hotel bintang lima, sampai jalan-jalan gratis ke luar kota. Tapi, setelah tamat sekolah kehidupan tidak semanis iu rasanya.

Karna terlampau percaya diri dengan pengalaman masa lalu, saat baru menginjakkan kaki di semester 1 bangku perkuliahan berani-beraninya aku ikut PKM. Iya, perhelatan keilmiahan akbar dan paling bergengsi di kalangan mahasiswa seluruh Indonesia. Tidak tanggung-tanggung aku langsung jadi ketua, membawahi 4 kakak tingkat yang semuanya tidak aku kenal. Sialnya lagi skim yang aku ikuti adalah Pengabdian Kepada Masyarakat, yang menuntut untuk berhubungan banyak dengan orang-orang. Tentu tidak akan kuceritakan di sini kejadian PKM-M semester satu itu dengan amat detail. Mungkin nanti, di lain waktu. Tapi setidaknya aku ingin memberitahu bahwa peristiwa itulah yang jadi penanda awal mula aku menjadi berbeda 180 derajat dari diriku di masa sekolah. Setelah kejadian itu aku benar-benar hati-hati ketika memutuskan untuk mengikuti suatu kegiatan. Tapi, akhirnyamalah  kebablasan sampai-sampai aku seperti ndak pernah ikut kegiatan apa-apa lagi sampai sekarang hehehe. Sekarang aku sedang di minggu ke-12 perkuliahan semester lima. Satu bulan lagi UAS. Tidak terasa aku sudah berada di penghujung masa perkuliahan (Aamiin semoga bisa lulus tepat waktu)

Dilatarbelakangi oleh kedua hal tadi, umur yang sudah tua dan kuliah yang sudah mau tamat, aku ingin mulai membiasakan habbit menulis ini. Walaupun tidak pintar-pintar amat aku ingin ilmu yang aku punya sikit-sikit ini bisa mendatangkan manfaat.  Aku sebenarnya dulu suka menulis. Tapi entah kenapa ketika aku menemukan tulisan-tulisan lamaku saat SMA aku jadi jijik dan enggan menulis lagi. Sudah kucoba juga untuk mulai menulis lagi di semester-semester lalu tapi tetap saja, aku merasa tulisanku tidak terlalu bagus. Alhamdulillah sekarang aku mulai sadar kalau tulisan itu ya tidak harus bagus juga kan? Yang penting menulis saja. Selama apa yang ingin disampaikan bisa tersampaikan sudah cukup. Kalau memang tulisan-tulisan lama dirasa jelek, ya tulisan yang baru akan ditulis silahkan diperbaiki. Sepertinya bakal asik kalau sepuluh sampai dua puluh tahun lagi aku duduk-duduk sambil minum teh lalu melihat-lihat tulisanku yang sekarang ini. Pasti akan senang sekali rasanya melihat bagaimana jalan pikiran sewaktu masih muda, seperti melihat rekaman masa lalu tapi dari cara yang unik. Intinya mulai sekarang aku akan menulis setiap hari.

Terkait jenis tulisan, aku sebenarnya punya cita-cita untuk menjadi botanist yang punya banyak publikasi ilmiah (Aamiin). Tulisan dalam bentuk publikasi ilmiah itu memang sedikit peminatnya, paling-paling hanya orang yang sama-sama berminat dengan bidang itu saja. Tapi, nilainya ituloh seperti sangat bermanfaat sekali. Bayangkan, sekarang, di tahun 2020 ini, tulisan Linnaeus yang dari tahun 1737 masih bermanfaat buat orang-orang banyak. Tapi sebelum mampu membuat tulisan yang seperti itu (karna memang ilmuku masih sedikit sekali) ya aku latihan dulu lah menulis di blog ini. Sekali setiap hari. 

Semoga tetap istiqomah ya.

Sialang, 11.28

Comments