#2 Tantangan SKJ setiap hari

 Baru saja membuat komitmen untuk menulis setiap hari. Di hari kedua aku sudah mangkir dari tanggung jawab hahaha. Tapi serius, semalam kepalaku sangat pusing. Mungkin karena siang harinya aku menengguk segelas jus jeruk dingin dan makan kebanyakan.

Bicara mengenai pola makan, dari dulu pola makananku tidak pernah benar-benar sehat. Aku tidak suka sambal, terutama tekstur, wujud dan baunya. Aku juga tidak suka sayur bersantan dan berminyak. Jenis ikan dan daging-dagingan, bisa dihitung berapa macam yang aku doyan. Kebiasaan ini tentunya menjadi masalah besar saat aku dilahirkan dan besar di Indonesia, lingkungan yang jenis makanannya teman-teman tau sendiri lah.  Mengakali kebiasaan makan ini mamak selalu memberikan aku makanan yang digoreng-goreng, terutama ayam goreng. Aku jarang sekali mengkonsumsi sayur dan buah. Ditambah lagi perjalananku jadi anak kos selama lebih dari 5 tahun sudah membuat aku terserang maag akut dan kolesterol bahkan sebelum usiaku menginjak 20 tahun. Untuk berat badan sendiri, aku cukup normal. Yah walaupun untuk standar ciwi-ciwi jaman sekarang sudah lumayan gemuk, menurut BMI aku masih normal, jadi aku santai-santai saja.

Tapi, itu cerita lama. Cerita beberapa bulan yang lalu. Sejak karantina Maret lalu, aku kembali ke rumah mamak di kampung. Pola makanku langsung berubah menjadi lebih teratur. Bukan hanya itu, yang dulunya aku suka mikir dua kali saat harus menjajankan uang di kos karena takut kehabisan uang, di rumah aku menjajankan semua tabunganku. Toh kalau habis aku masih bisa tetap hidup kok, wong lagi di rumah mamak. Karena jajan tanpa batas ini, tidak terasa aku terus mengalami peningkatan berat badan sampai akhirnya, di akhir November berat badanku sudah hampir 60 kg. Sudah melewati batas normal BMI. 


 

Aku sedih, jujur. Selama karantina ini aku sudah mencoba beli baju online 3 kali. Tapi selalu tidak ada yang pas di badanku. Badanku yang sekarang ini problematik sekali . Aku cukup pendek tapi gendut. Mengambil ukuran kecil adalah sama dengan membeli baju yang sudah pasti tidak muat. Membeli ukuran besar harus siap-siap, apakah sisa kain yang kepanjangan masih bisa diakalin ke tukang jahit atau kalau tidak ya terpaksa dikembalikan. Itupun kalau tokonya menerima pengembailan barang. Kalau tidak ya dihibahkan ke orang lain :(. Selain itu, dampak pola makan yang tidak benar ini membuat tubuhku terasa pegal-pegal setiap hari. Lari sedikit dadaku sudah sesak rasanya. Badanku seperti berat dan pokoknya tidak enaklah.

Aku suka mencari tips mudah menurunkan berat badan yang dapat kulakukan di tengah kesibukan perkuliahan daring ini. Tapi lagi-lagi tidak ada yang dapat kujalankan dengan kosisten.Video 30 Days Challenge Emi Wong? Paling bertahan 3 hari. Sisanya tidak aku jalankan karena olahraganya terlalu berat dan aku sudah capek duluan. Selain itu melihat terus ke layar laptop karna aku tidak hafa; gerakannya membuat leherku malah tambah sakit. Lari keliling kampung? Haduh, beban mentalnya lebih berat. Jump roping? Telapak kakiku sakit sekali rasanya sampai kebakar. Alhasil aku muak dan berhenti dari mencoba-coba olahraga apapun.

Sakit kepalaku semalam membuatku tersadar aku harus mulai hidup sehat. Aku punya riwayat maag akut. Biasanya sih aku masih tahan dengan jus jeruk. Tapi spekulasiku karena belakangan aku rutin begadang, maka lambungku  tidak kuat untuk menahan masamnya jeruk semalam itu. Ditambah lagi aku makan kebanyakan. Kalau kebiasaan ini kuterus-teruskan, sudah tidak usah ditanya lagi kemana akan aku habiskan uang dan waktuku sepuluh-dua puluh tahun kedepan.

Setelah memulai survey lagi mengenai olahraga apa yang mungkin cocok. Aku teringat dengan Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) 2012 yang aku hafal sewaktu jaman SMP. Senamnya cukup mudah, hanya 15 menit dan intinya aku hafal. Bagaimana ya jadinya kalo aku senam SKJ pagi sore setiap hari? Dengan aku mengontrol makananku agar tetap sehat dan membatasinya menjadi makan normal saja (tanpa camilan ini itu), apa badanku akan terasa lebih enteng dan pegal-pegalku berkurang ya?

Akupun akhirnya berniat menjalankan tantangan SKJ setiap hari ini. Aku ingin tahu bagaimana efeknya dan apakah ini bisa kujadikan olahraga harianku. Untuk menjaga konsistensi, aku merasa menceritakannya di blog ini merupakan jalan keluarnya. Untuk tahap pertama ini aku akan menunggu dulu sampai akhir 2020, bagaimana hasilnya.

Pembaca, tunggu updatenya ya.

Sialang. 08.56


Comments