When you are overthinking, write!
When you are underthingking, read!
Kata-kata di atas aku dapatkan dari backsound video yang sering muncul di reels Instagram ku. Mungkin tidak terdengar sangat luar biasa sih, tapi di tulisan kali ini, dia bintangnya! Kata-kata itulah yang akhirnya membuat ku teringat untuk menulis di blog ini lagi.
Pertama-tama, mari kita sambut beramai-ramai, tersangka utama kasus penusukan hati seorang mahasiswa tingkat akhir......jeng jeng

Yak. Peta ini adalah penyebab aku misuh-misuh pukul 23.18 di malam jum'at. Ini adalah Peta Desa ku yang rencananya akan kuserahkan besok pagi sebagai salah satu produk program KKN dari tim-ku. Ndak bisa banget di sebut tim sih karna isinya cuma ganda putri. Sejak tahap perancangan, peta ini sudah sukses bikin aku aduh sama Bapakku. Jadi waktu itu bapakku menyuruhku untuk minta di desainkan saja petanya sama tetangga yang kebetulan saudaraku. Dengan semangat, aku menanyakan ke tetangga ini apakah si abang bisa mendesain peta? 'Bisa, Dek. Buat aja konsepnya dulu!' begitu katanya. Aku pun mulai mempelajari video YouTube bapak-bapak perangkat desa yang sedang menjelaskan bagaimana cara mendesain peta dari My Maps Googe . Ku tonton penuh semangat video si bapak hingga akhirnya aku mampu membuat 'konsep' peta desa ku dan ku serahkan ke abang tetangga. Aku memberikan hasil export peta desa dari My Maps sambil mengirim contoh peta desa yang ku dapat dari google. Begini kira2 hasil exportnya .....................
Aku menulis ini pada tanggal 19 Agustus 2021 pukul 11.27PM dan memilih tidak melanjutkannya karena seingatku aku lelah. Aku membuka kembali postingan ini dan memutuskan untuk tetap menguploadnya hari ini karena aku suka bagian awalnya
Sialang, 1 Januari 2021
Sambil berbincang online via WhatsApp dengan Kaktus
Comments
Post a Comment