#7 Terima Kasih Beasiswa Unggulan

 

Idk why but my fingers just randomly typed 'Beasiswa' on my gmail search bar. My eyes busy looking for this 'legend' e-mail that finally settled me to stay, living my fullest academic live at Universitas Negeri Medan. Jika kuingat-ingat lagi semester pertama perkuliahanku di Unimed, pastilah aku waktu itu sudah mendapat sertifikat 'Makhluk Paling Tidak Bersyukur' dari Tuhan. Dengan segala nikmat dan kemudahan yang Tuhan berikan kepadaku untuk masuk ke Unimed via SNMPTN, aku masih sering mengeluh minta pindah kampus ke orangtua. Teman-teman yang tidak kooperatif dan dosen yang menurutku sangat tidak bisa dipahami selalu menjadi senjata andalan saat aku nelfon dan nangis ke orangtua minta pindah kampus. Kami pun sepakat membuat perjanjian untuk melanjutkan dulu kuliah ini selama satu tahun, dan jika keadaan tidak membaik maka aku akan diperbolehkan mendaftar SBMPTN di kampus manapun yang aku mau. *) Ceritanya, aku dulu terpaksa mengambil SNMPTN di Unimed karena orangtua tidak mengizinkan untuk kuliah di luar Sumatera Utara.

Secara random, postingan dari bu.indotim (Awardee Beasiswa Unggulan Indonesia Timur) muncul di pencarian ig ku. Akupun masih menyimpan flyernya rapih-rapih hehe. Flyer yang menurutku saat itu sangat tidak meyakinkan karena desainnya yang sederhana. Namun, berbekal flyer ini, aku jadi diarahkan untuk mengunjungi situs langsung Beasiswa Unggulan Kemdikbud sehingga akhirnya yakin bahwa ada Beasiswa yang menjamin uang kuliah, uang saku dan uang buku selama 4 tahun perkuliahan S1 hehe.

Aku pun memutuskan untuk mendaftar dengan alasan coba-coba. Aku juga menggantungkan pengambilan keputusanku mengenai ketidaknyamananku berkuliah di Unimed pada ikhtiar beasiswa ini, karena apabila telah dinyatakan lolos dalam beasiswa ini, awardee dilarang untuk pindah kampus. 'Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk lolos dalam beasiswa ini. Jika Tuhan izinkan aku untuk lolos, maka memang telah Tuhan gariskanlah hidupku di Unimed ini untuk dilanjutkan. Jika tidak, maka aku meyakininya sebagai pertanda dari Tuhan bahwa mengikuti SBMPTN sebagai salah satu usaha pindah kampus adalah pilihan terbaik'. Begitu yang terucap dalam hati waktu itu. Ternyata, Tuhan jawab keraguan ini dengan meloloskan aku ke Beasiswa Unggulan. Kuanggap itu sebagai pertanda dari Tuhan bahwa apapun yang terjadi, berkuliah di Unimed adalah yang terbaik untukku.

Cerita mengenai perjuangan beasiswa unggulan, mungkin bisa kita bahas kapan-kapan. Yang jelas, ketika melihat diriku saat ini yang sudah berada di Semester 8 dan sudah banyak berkembang, aku hanya ingin mengucapka terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Beasiswa Unggulan. Terima kasih sudah menahanku untuk meneruskan perjuangan di Unimed. Terima kasih untuk seluruh pengalaman berharga mengikuti kegiatan kemahasiswaan, berkenalan dengan banyak teman-teman yang luar biasa, dan pertemuan dengan para dosen hebat sehingga aku yang sekarang, versi 2022, setidaknya dapat sedikit lebih baik daripada aku versi 2018.

Itu saja.
Sialang, 8 Januari 2022.
Di atas meja putih sambil bahagia setelah menerima pesan seseorang.

Comments